Begini Pekerjaan Sebagai Seorang Resepsionis Virtual Office

Menjadi seorang resepsionis atau front office yang berprofesi di kantor bersama atau virtual office hampir sama dengan resepsionis diĀ  sewa kantor murah pada biasanya. Tetapi satu lantai gedung dihuni oleh berjenis-jenis jenis perusahaan membikin para resepsionis ini kadang kewalahan untuk mendapatkan tetamu yang akan berkunjung.

Ferliana (26) yang telah berprofesi dua tahun sebagai resepsionis di salah satu penyedia jasa virtual office. Ia menyebutkan di tahun pertama berprofesi sempat mengalami kerepotan untuk mengurus surat yang masuk untuk berjenis-jenis perusahaan. Di meja penerimaan tetamu, tumpukan surat yang dimaksudkan untuk berjenis-jenis jenis perusahaan menjadi profesi sehari-hari Ferliana untuk diberi terhadap kurir untuk diantarkan ke perusahaan yang menjadi klien kantornya.

Selama sebagian bulan ia wajib menghapal kantor-kantor apa saja dan di mana lokasinya. Pernah satu hari, ia direpotkan dengan 10 surat yang datang untuk satu perusahaan dan datang secara beriringan. Namun lama kelamaan menjadi hafal klien yang menerapkan jasa kantor bersama. “Sekiranya waktu baru permulaan kerja sih ada menyenangi tertukar PT A ke PT B tetapi itu juga sejenak, dan lama kelamaan jadi hafal,” kata

Ferliana yang menerapkan baju blazzer hitam dipadu dengan sedikit warna merah muda dan rok pendek hitam, dikala dijumpai merdeka.com di jeda-jeda waktu kerjanya, sebagian waktu lalu.

Untuk memudahkan menyortir surat, ia menempatkannya di sebuah ruangan yang disebut ‘mailing room’. Di sana ia membentuk surat menurut alfabet nama perusahaan yang teregistrasi di kantor virtual office.Tak cuma itu,Ferliana juga disibukkan dengan mendapatkan telepon serta mengaitkannya ke berjenis-jenis perusahaan klien kantornya.

Tiap-tiap hari ia malahan wajib menyapa dengan ramah berjenis-jenis tetamu yang akan berkunjung ke perusahaan yang menerapkan jasa kantor bersama.Lazimnya, kata Ferli jikalau ada klien, calon klien maupun kurir yang akan mengambil surat ia seketika sigap menyapa dan memberikan salam seperti resepsionis pada biasanya.

Kemudian, dikala calon klien yang mau menerapkan jasa sewa kantor murah jakarta bersama, ia seketika memberikan brosur layanan yang ditawarkan terhadap calon klien. Ia juga tak jarang berhadapan dengan klien yang ribet. Secara seketika berhadapan maupun via telepon. Namun ia menghadapinya secara santai dan menjadi sebuah rutinitas pekerjaannya sebagai resepsionis.

Ferli menyebutkan juga center ia berprofesi yakni daerah paling ramai. Apalagi jikalau banyak perusahaan yang mengadakan pertemuan atau meeting. Ditambah dengan datangnya surat serta telepon secara beriringan.

“Di sini kan center paling ramai. Jadi bila ada surat yang bersamaan kami benar-benar sibuk. Yang diutamakan surat yang datang, dan bila ada orangnya di sini kita seketika antarkan ke ruang meeting. Namun bila kantor aslinya bukan di sini kita sortir dan tunggu kurir yang mengambilnya,” kata Ferli.

Ia membeberkan dikala permulaan masuk berprofesi sebagai resepsionis tak sendiri seketika dilepas mendapatkan tetamu. Ia diantar oleh senior yang telah paham bagaimana tata metode mendapatkan tetamu serta menyortir surat untuk klien yang menerapkan jasa virtual office.

Dalam mendapatkan telepon malahan Ferli wajib menerapkan bahasa yang ramah kepada siapa saja yang akan menghubungi kliennya. Ia mencontohkan dikala ia mendapatkan telepon ia bertugas mewakili salah satu perusahaan yang menjadi kliennya. Seolah-olah ia menjadi komponen perusahaan yang menerapkan jasa virtual office.

“Semisal PT A. Thank you for calling PT A, this is Ferli speaking. Nah nanti dari situ yang si penelepon ngomong berkeinginan bicara sama bapak siapa atau ini siapa,” kata Ferli mencontohkan. Sesudah itu, ia tinggal sambungkan terhadap perusahaan yang akan dituju oleh si penelepon. Ferli tinggal menekan tombol nomor sambungan, tak lama kemudian si penelepon terhubung dengan tujuannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.