Urai Kemacetan, Stasiun Bogor Bakal Punya Hunian

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi tuan rumah dalam penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor. Dengan terbangunnya TOD ini diyakini mengoreksi tata kelola perkotaan dan kemacetan di Kota Hujan dapat terurai.

Pembangunan TOD Stasiun Bogor akan dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan disupport Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Adapun penandatangan disaksikan seketika Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengatakan, pembangunan TOD bagi Waskita Karya ialah figur bisnis pertamakali dibangun, Dengan memanfaatkan tanah mili Kereta Api Indonesia (KAI), Waskita Karya menyuarakan siap memberikan skor komersil dalam pembangunan kawasan berbasis terintegrasi di Kota Bogor.

\\\”Semoga proyek ini dapat lancar 5 Oktober konsisten akan dikerjakan groundbreaking, kami ingin sebelum Oktober 2019 telah dapat dilegalkan secara total,\\\” ujarnya di Kementerian BUMN.

Menurutnya, untuk anggaran Wakita Karya menyediakan investasi sekira Rp800 miliar. Dana ini di bisa dari kas perusahaan yang memang telah disediakan untuk pembangunan itu. “Investasinya sebetulnya dapat bertambah, untuk kini Rp800 miliar. Jadi kita memang telah siapkan ini beberapa untuk properti,” tuturnya.

Walikota Bogor Bima Arya menambahkan, Bogor menyambut agenda pemerintah yang akan membangun TOD Stasiun Bogor. Seandainya memperhatikan jumlah warga Bogor yang berangkan menuju Jakarta tiap harinya menempuh 600.000 orang, 300.000 datang di akhir minggu, ada 800.000 ribu motor dan 200.000 kendaraan beroda empat.

“Ini tantangan yang mesti diatasi di Kota Bogor. Seandainya tak lantas dibangunkan TOD makan dikhawatirkan dari segala penjuru akan berkumpul disatu spot (Staiun Kota Bogot) dan membikin kemacetan parah. Dengan dibangunnya ini kana akan ada kombinasi dan kolarborasi dalam mengatasi pembenahgan tata ruang di Bogor,” ujarnya.

Ia ingin, di dalam TOD nantinya bisa dibangunkan underpass menuju staiun agar dapat mengurai kemacetan, kemudian trasportasi perkotaan dapat dibantu dibereskan (Bis Rapid Transit/BRT), dan dibangunkan parkir trek-trek menuju stasiun. “Kami memohon ibu dan Pak Menteri akseslarasi dan kolaborasi dapat jalan,” ujarnya.

 

 

Baca Juga : Cara Mengatasi Genteng Bocor