Dengan Bekerja Sebagai Buruh Bisa Punya Ninja

buruh

Kerja Part Time – Paradoks antara tuntutan kaum buruh dengan kenyataan di lapangan dikala mereka berunjuk rasa menuntut aspirasi.

Di banyak peristiwa unjuk rasa, tidak jarang para buruh mengaplikasikan perhiasan maupun berkonvoi mengaplikasikan motor gede dan terbilang mahal seperti Kawasaki Ninja.

Merespon hal itu, Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Semua Indonesia (FSPMI) Depok Wido Pratikno mengukur, itu cuma fenomena beberapa kecil dari ratusan ribu buruh tiap-tiap konvoi di jalan. Dia mengklaim beberapa besar buruh belum mempunyai daerah tinggal.

“Bicara Ninja, kawan-kawan punya Ninja punya kendaraan beroda empat punya itu dapat dihitung beberapa. Justru beberapa besar buruh hidupnya kasihan masih kontrak enggak punya rumah,” kata Wido terhadap Okezone.

Wido mengukur, wajar kalau buruh mempunyai barang mewah seperti itu sebab beberapa besar mereka mempunyai kerja sampingan, begitupun istri maupun suaminya. Belum lagi kalau harta hal yang demikian didapatkan dari warisan ayah dan bunda. Wido mencontohkan, istri para buruh juga banyak yang memilih berdagang atau berjualan kudapan manis subuh.

“Aku pribadi sepatutnya berjuang di luar profesi aku, cari kerja sampingan usaha lain, ngojek. Aku sepatutnya kerja ngelas lagi, di luar jam kerja yang ditetapkan. Tidak dilalaikan sahabat-sahabat yang lain secara awam tidak cukup untuk keperluan hidup, apalagi yang punya keluarga. Buruh yang lajang enggak demikian itu situasi sulit, wajar dong soal Ninja,” tuturnya.

Berdasarkan Wido, situasi sulit Ninja atau barang mewah lainnya cuma beberapa kecil yang terekspos. Dia minta media massa segera mengecek keadaan kongkrit kehidupan buruh satu persatu.

“Enggak seberapa, boleh dicek mayoritas enggak punya rumah. Dari kami tidak berharap seperti pemerintah berpura-pura miskin, model itu Jokowi ngomong sepatunya Rp100 ribu dan pakaian Rp100 ribu namun buah hatinya kuliah di Singapura. Mendingan apa yang ada memang ada jangan munafik,” ketusnya.