PRSI Berkeinginan Rekor Renang Nasional Pecah di Indonesia Open 2018

PRSI Berkeinginan Rekor Renang Nasional Pecah di Indonesia Open 2018
Kontraktor kolam renang – Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018 kembali digelar. Kali ini kejuaraan hal yang demikian naik tingkay menjadi bertaraf internasional sebab sah masuk dalam rencana Federasi Renang Internasional atau Fédération Internationale de Natation (FINA).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Renang Semua Indonesia (Kabid Binpres PRSI), Wisnu Wardhana mengatakan, kejuaraan Indonesia Open yakni arena bagi atlet nasional untuk berkompetisi di kelas yang lebih tinggi. Dengan demikian diinginkan pengalaman perenang dapat kian bertambah. “IOAC ini jadi filter bagi atlet junior untuk mengisi perenang elit,” kata ia di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Wisnu menerangkan Indonesia Open mengaplikasikan bentuk perlombaan bertaraf internasional. Para peserta akan mencontoh dua sesi, merupakan sesi pagi untuk kualifikasi dan sesi petang untuk final. Dengan bentuk itu, perenang di golongan usia yang memiliki catatan waktu terbaik dikala perlombaan pagi terbuka kans berkompetisi dengan perenang senior. “Ini akan menambah mental berlaga perenang junior,” sebutnya.

IOAC mempertandingkan empat cabang olahraga akuatik, merupakan renang (digelar 1-5 Desember), polo air (1-6 Desember). Lalu Renang artistik (7-9 Desember) dan loncat cantik (6-9 Desember). Kecuali atlet nasional dan klub, Indonesia Open juga diramaikan peserta dari Malaysia, Syiria, dan Singapura. Sementara Filipina dan Srilanka, panitia masih menunggu konfirmasi.

Dengan masuknya IOAC ke dalam rencana FINA, lanjut Wisnu, karenanya skor yang didapatkan atlet akan diakui oleh FINA. Tahun lalu perenang muda Azzahra Permatahani berhasil mematahkan rekor nasional di nomor 200 meter gaya ganti perorangan dengan catatan waktu 2 menit 17,42 detik. Dia menyelesaikan rekor yang dibatasi Ressa Kanya Dewi dengan catatan waktu 2 menit 17,46 detik.

Wisnu mengungkapkan catatan waktu terbaik itu membawa Azzahra tampil di final Olimpiade Junior 2018 di Argentina. Sayang, dia belum dapat membawa pulang medali bagi kontingen Indonesia. “Aku ingin ada dua hingga tiga rekor nasional pecah lagi di Indonesia Open,” kata ia.

Secara khusus, PRSI akan menjadi arena Indonesia Open sebagai penyusunan regu menuju SEA Games 2018. Tidak cuma renang, berdasarkan Wisnu, cabang polo air dan loncat cantik malah menciptakan IOAC sebagai seleksi pertama masuk ke pemusatan latihan nasional. “Dari IOAC akan menonjol bagaimana atlet mempersiapkan diri,” sebut Wisnu.

 

 

Artikel terkait : Jasa pembuatan kolam renang