Pengembangan Kwalitas Pengajaran Via Lab IPA

Pengembangan Kwalitas Pengajaran Via Lab IPA
Tantangan dunia pengajaran ketika ini yaitu berhadapan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang sudah mengalami globalisasi. Tantangan ini harusnya menjadi perhatian yang serius oleh stake holder dalam dunia pengajaran. Kecil ajar sepatutnya dipersiapkan menghadapi sebuah persaingan yang besar bukan cuma antara satu disiplin ilmu, lebih dari itu, persaingan ini akan berdampak terhadap sebuah perubahan besar dalam ilmu multidisipliner.

Baca juga : lab bahasa inggris

Seandainya kita mengamati situasi pengajaran yang ada di tempat – tempat di Indonesia pada biasanya, telah menjadi hal yang biasa bahwa buah hati ajar benar-benar kesusahan untuk mempelajari ilmu alam (ilmu pasti), padahal ada sebagian prestasi yang didapatkan oleh buah hati – buah hati ajar dalam kancah olimpiade nasional ataupun internasional, melainkan secara biasa kecakapan kepada ilmu alam rata – rata buah hati – buah hati ajar masih di bawah standar.

Kendala biasa dalam kesibukan belajar mendidik di kelas yaitu susahnya para peserta ajar memahami materi yang dikasih oleh guru sebagai pengajar. Hal ini bisa dipahami karena kebanyakan metode pendidik ilmu alam cuma berupa buku dan papan tulis, walaupun ilmu alam itu yaitu sebuah ilmu empiris (kongkret) yang sepatutnya dijelaskan.

Seandainya buah hati ajar cuma menerima pendidikan cuma dari lisan dan artikel saja, karenanya buah hati ajar dipaksa untuk membayangkan ilmu – ilmu empiris hal yang demikian. Hasilnya buah hati ajar cuma mempelajari ilmu alam dengan metode menghapal tanpa paham pengerjaan empiris dari ilmu alam itu. Hadirnya Lab IPA yaitu wahana untuk menggambarkan ilmu IPA secara empiris, dimana buah hati ajar diajak secara segera terlibat dalam pembuktian empiris ilmu hal yang demikian. Apa yang sudah didapat buah hati ajar di kelas dari pendidikan secara lisan dan artikel, bisa dikuatkan dan dituangkan dalam praktik di lab. Dari sinialh buah hati ajar paham sebuah jawaban perihal pertanyaan ilmu alam dari hulu hingga hilir ( permulaan hingga akhir).

Lab IPA memiliki peranan penting dalam mencetak buah hati ajar yang paham, memadai, dan kapabel menghasilkan ilmu alam yang berupa premis – premis dan hipotesa menjadi sebuah realitas yang berkhasiat.

Situasi Lab IPA di Sekolah – Sekolah

Lab IPA umumnya ada pada tingkat dasar (SMP), menengah (SMA) dan atas (universitas). Pengelolaan lab IPA harusnya menjadi perhatian yang besar oleh para pengelola sekolah, sayangnya banyak sekolah – sekolah dasar dan menengah kurang melihat situasi lab IPA secara seksama.

Banyak gedung lab IPA kurang representatif untuk diaplikasikan sebagai lab, sebab kebanyakan memakai kelas – kelas yang disulap menjadi lab. Alat dan bahan praktikum banyak yang tak memadai dan tak menyokong untuk diadakan praktikum di lab IPA hal yang demikian. Tak adanya petugas lab (laboran) yang khusus menangani Lab IPA hal yang demikian, yang kebanyakan cuma ada guru yang difungsikan menjadi petugas lab.

Peran dan fungsi lab di SMP dan SMA seakan-akan termarginalisasi cuma menjadi sekadar komplemen dikala sekolah akan meningkatkan akreditasinya. Seandainya kita bandingkan dengan situasi lab IPA di sekolah- sekolah Eropa dan Jepang sungguh benar-benar bertolak belakang. Di sana Lab lebih memerankan lab sebagai salah satu faktor penting dalam pemahaman ilmu alam. Fasilitas gedung, alat, bahan serta laborannya telah kompeten di bidangnya. Itulah kenapa kwalitas pengajaran mereka lebih kapabel menjawab tantangan teknologi yang kian maju serta pasar global yang kian kompetitif.

Lab IPA sebagai pencetak teknokrat

Seandainya pemerintah tempat kita serius dalam meningkatkan kwalitas kelulusan buah hati ajar, karenanya salah satu langkah diambil yaitu merevitalisasi peran lab IPA.

Lab IPA patut menjadi wahana bagi buah hati ajar untuk melaksanakan kreativitas sesudah mereka menerima ilmu alam dari kelas. Dorongan untuk melaksanakan kretivitas hal yang demikian, akan menumbuhkan sikap yang inovatif dari buah hati ajar. Seandainya terjadi situasi demikian, karenanya benar-benar gampang bagi sekolah – sekolah untuk mewujudkan buah hati ajar yang kompetitif dan mampu sebagai calon teknokrat. ( Baca : laboratorium bahasa )

Di samping itu, pemerintah sepatutnya mendukung tiap penemuan itu dengan memberikan insentif – insentif berupa penghargaan terhadap buah hati ajar/sekolah/guru/laboran yang menerima karya penemuan hal yang demikian, yang lebih penting yaitu keberpihakan pemerintah dan sekolah dari sisi anggaran pengajaran yang dialokasikan untuk pengembangan lab IPA di sekolah.

Penulis mau dengan artikel yang simpel ini, bisa memberikan anjuran pada stake holder pengajaran bagus tingkat dasar ataupun menengah untuk memaksimalkan lab IPA guna mencetak teknokrat – teknokrat di Indonesia.