Yang Pengemudi Mobil Jangan Sombong Part 1

Punya banyak uang dan kapabel beli kendaraan beroda empat mewah, tidak langsung menciptakan kelakuan seseorang punya tata krama, tertib, sopan, dan berbudaya. Kongkritnya, banyak kasus pelanggaran lalu lintas dan sikap tidak terpuji yang mereka tunjukkan di jalan raya. Sebagai model nih, kau yang di Jakarta masih ingat dong dengan seorang pengguna internet bernama Elisa yang membagikan pengalamannya dikala antri di gerbang tol? Di depannya, Toyota Camry kehabisan saldo dikala hendak tap di gerbang E-Toll. Petugas pintu tol malahan meminjam kartu milik Elisa. Tetapi semacam itu masuk tol, tidak ada sepatah kata terimakasih yang terucap. Si pengemudi Camry itu lantas tancap gas. Malah, ia cuma memberi ganti rugi berupa uang koin sebesar Rp 3200,- yang tentunya nggak cukup menggantikan biaya tol yang telah diterapkan.

Ya, itu salah satu model bukti jika yang namanya kekayaan, nggak sepatutnya serasi dengan apa yang kita ucap kesopanan. Nggak ada jaminan jika ia yang lebih kaya pasti juga lebih sopan. Bukan berarti pula senantiasa berbanding terbalik, namun kaya dan sopan ialah dua hal yang tidak ada hubungannya. Berikut sebagian kelakuan norak para pengendara kendaraan beroda empat yang seringkali bikin nyesek pengguna jalan di belakangnya. Kau pernah memperhatikan yang teladan demikian ini nggak?

Jasa Kirim Mobil

Mobilnya si mewah, namun pengendaranya hobi nyampah. Siapa yang nggak gerah? Seperti masih ngarep Indonesia punya masa depan cemerlang?
Perilaku pengendara kendaraan beroda empat yang demikian ini nih yang sungguh-sungguh memprihatinkan. Mereka masih sering buang sampah di jalan. Apa sulitnya beli daerah sampah untuk diletakkan di dalam kendaraan beroda empat? Atau enggak, kantong plastik bekas deh jika nggak berharap beli daerah sampah. Apa nggak kasihan sama lingkungan? Udah dapet polusi dari kendaraan beroda empat mewahmu itu, eh masih dapet sampah juga. Sampah di sini juga termasuk puntung rokok ya, sebagian dari pengendara kendaraan beroda empat masih gemar melaksanakan kesibukan mengisap rokok sembari menyetir. Nggak hanya puntungnya, abunya yang masih merah itu lho bakal bahaya jika kena mata pengendara di belakangmu. Kurang norak apa yang demikian ini?

Yang di Jakarta, telah khatam panorama seperti ini dong ya? Saat kendaraan beroda empat-kendaraan beroda empat mewah saling menyerobot di jalanan busway. Hiks!
Mobil nih kelakuan membuat dongkol di jalan yang membuat dongkol berikutnya. Apa lagi jika kau pengguna loyal Trans Jakarta, duh sebelnya berkuadrat-kuadrat deh ya. Mbok ya para pengendara kendaraan beroda empat itu mikir dikit, malu sama motto “pakai bisnya, jangan serobot jalanannya.” Bukankah para pengguna Trans Jakarta dapat dikatakan sebagai kalangan yang sadar untuk nggak nambah kemacetan di jalan raya? Bukan berarti mereka nggak punya kendaraan pribadi. Jadi, kau yang duduk di bangku empuk, sejuk kena AC, plus nggak nyium bebauan-bebauan peluh manusia ideal pulang kerja bantu jangan kemudikan mobilmu di jalanan yang nggak sepatutnya ya..

Apabila-kendaraan beroda empat mewah yang gunakan voorijder buat buka jalan ideal lagi jam-jam rush hour itu udah nggak tahu deh, apa iya otaknya dituker tambah sama kendaraan beroda empat mewahnya itu kali ya?
Apa ada orang yang ngarep pengen banget kena macet di jalur? Nggak ada. Semuanya pengen jalur, apalagi ideal pulang kantor, lancar jaya biar kita seluruh dapat hingga tujuan dengan kencang. Seandainya buat ambulance, pemadam kebakaran, kendaraan beroda empat jenazah, atau presiden sih nggak papa menggunakan voorijder, itu telah ada undang-undangnya. Lha jika hanya orang-orang sok penting yang punya duit lebih buat bayar voorijder itu yang super norak dan ngeselin. Duit banyak, kelakuan kampungan. Harusnya polisi juga punya peraturan sih soal penerapan voorijder ini, nggak sembarangan memberikan pada mereka yang dapat bayar aja.

Jasa Pengiriman Mobil